Selasa, 27 Januari 2009
'Bout Paundra
Minggu, 07 Desember 2008
Bambang Trim
Menulis…, terkadang hal itu merupakan kegiatan yang menyulitkan, memusingkan, dan ribet. Padahal menulis merupakan sebuah kegiatan ringan yang mampu merefleksikan siapa diri kita, bagaimana diri kita, dan apa sih yang kita inginkan. Melalui tulisan seringkali kita lebih dapat mengungkapkan apa keinginan kita dengan lebih jelas dan lengkap. Namun tak jarang pula orang berpikir bahwa menulis lebih sulit dari pada berbicara atau sebaliknya.
Dan, kalau sudah menyinggung dunia tulis menulis, kita pasti akan langsung teringat dengan tokoh penulisan dan perbukuan di Indonesia, yang mungkin akan membuat kita tertarik untuk mendalami dunia penulisan ataupun perbukuan.
Bambang Trim, dia adalah seorang praktisi dalam dunia perbukuan nasional yang sudah menyelami dunia penerbitan buku selama lebih dari lima belas tahun. Cukup lama baginya bergelut di dunia buku, kariernya dimulai sebagai seorang penulis buku pelajaran dan copyeditor di sebuah penerbit. Hingga kini ia telah menulis lebih dari 70 judul buku dari berbagai jenis, serta telah menyunting ratusan naskah buku dan membidani lahirnya buku-buku bestseller nasional.
Banyak hal yang ia lakukan dalam dunia buku, mulai dari riset tentang fenomena, system, maupun konsep perbukuan masa kini.
Pria yang kerap menjadi trainer dan fasilitator dalam pelatihan, seminar, maupun lokakarya perbukuan. Dan jabatan terakhirnya adalah sebagai direktur utama MQS publishing dan Vice President di Salamadani, selain itu ia juga menjadi dosen luar biasa di Program D3 editing Unpad.
Nah, cukup tertarikkah untuk lebih mendalami dunia buku dan tulis-menulis???
Untuk lebih jelasnya kamu bisa send email aja ke: trimcomm@yahoo.com atau klik langsung websitenya.About My Favorite Actor
Detektif Tiga Zaman
Edogawa Ranpo's File
Senin, 24 November 2008
The Last Story From Harry Potter
Judul Buku : Harry Potter and the Deathly Hallows Penulis : J.K Rowling Tebal Buku : 608 halaman Terbit : Juli 2007 Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama Jenis Buku : Fiksi Buku Harry Potter seri ke 7 ini merupakan sekuel terakhir dari kisah Harry Potter, dan buku ke 7 ini pastilah sudah dinanti-nanti oleh seluruh penggemar Harry Potter yang setia di seluruh dunia. Novel yang menceritakan kisah hidup Harry Potter di dunia sihir ini akhirnya ditutup dengan Harry Potter and the Deathly Hallows, dalam novelnya yang ke 7 ini Harry Potter kembali bertarung dengan musuh bebuyutannya, Voldemort. Disaat pertarungan terakhir Harry Potter harus terbunuh oleh Voldemort. Apakah yang selanjutnya terjadi??? Novel Sihir ini sangat menarik dan layak dijadikan bacaan wajib bagi setiap penggemar cerita fiksi, ceritanya yang sangat imajinatif dengan berbagai istilah kata baru yang penuh dengan khayalan membuat novel ini semakin menarik. Selain hal itu, novel Harry Potter juga dapat dijadikan sumber inspirasi dan juga dapat mengajarkan kepada kita bagaimana seseorang harus dapat bertahan dalam menghadapi setiap kesulitan yang terjadi dalam hidupnya, dan hal ini membuktikan bahwa penulis sangat berhasil membawa pembacanya masuk kedalam dunia khayalannya. Namun lepas dari itu semua, novel ini memberikan contoh kepada kita bahwa kejahatan pasti akan kalah jika dilawan dengan kebaikan dan kerjasama, meskipun hal itu sangatlah klise namun pada kenyataannya setiap orang mempercayai hal itu, dan membaca novel bestseller ini sangatlah membuat daya imajinasi seseorang semakin tinggi. Selain itu, telah terbukti dalam suatu riset bahwa novel Harry Potter sudah berhasil mengalihkan perhatian anak remaja dari elektronik, dan menyebarkan virus membaca mulai dari usia 9 sampai 99 tahun. Dan yang menakjubkan adalah, bahwa Harry Potter telah membuat penulisnya menjadi orang terkaya no 2 di dunia. It’s very amazing...
Selasa, 18 November 2008
Black Man In The White House
Judul Buku : Menerjang Harapan ‘Dari Jakarta Menuju Gedung Putih’ Penulis : Barack Obama Penerbit : Ufuk Press Edisi : Bahasa Indonesia hard cover Tahun Terbit : 2007 Tebal Buku : 527 halaman Buku ke dua yang ditulis oleh Barack Obama ini adalah buku pertamanya yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, edisi aslinya diluncurkan tahun 2006 lalu saat pria kelahiran Hawaii memastikan dirinya menjadi salah satu kandidat partai Demokrat untuk maju ke Gedung Putih. Dan baru pada tahun 2007 atau satu tahun kemudian Ufuk Press mendapatkan ijin terbitnya di Indonesia. Dalam buku setebal 527 halaman ini cerita mengenai Indonesia ditaruh di bab depan dengan judul Dunia di Luar Tapal Batas Kita. Penerbit sengaja menggunakan strategi ini agar pembaca Indonesia yang merasa memiliki kedekatan psikologis dengan sosok Barack Obama dapat langsung menikmati kisah masa kecil Barry (begitu panggilan kecil Obama) di Jakarta. Kenangan mengenai masa kecil Barack Obama yang ikut dengan Ann Dunham, ibunya yang pindah ke Jakarta setelah menikah lagi dengan Lolo Soetoro (pria Indonesia) tentu saja setelah bercerai dengan Barack Husein Obama Senior (pria kulit hitam- ayah Barack Obama). Dalam bab berjudul Dunia di Luar Tapal Batas Kita itu, pria yang kini menjadi Presiden AS ke 44 itu menceritakan mengenai kehidupan masa kecilnya yang cukup sederhana tapi membahagiakan. Bahkan kehidupan sederhananya itu membuat ayah tiri dan ibunya tak mampu menyekolahkan Barack Obama ke sekolah internasional dimana anak-anak ekspatriat biasanya bersekolah, tapi Obama kecil hanya dapat bersekolah di sekolah dasar biasa. Selain kisah masa kecilnya yang menyentuh, Barack Obama juga menulis mengenai masalah terorisme dan Bali, sebuah pulau yang ingin dikunjunginya. Untuk melengkapi isi buku ini yang memuat pemahaman Barack Obama mengenai masalah politik dalam negeri, mengenai susahnya memperoleh pendidikan yang murah tapi bermutu, serta beberapa masalah internasional. Dan khususnya adalah masalah perang, bagi Obama perang yang saat ini digelorakan oleh kalangan konservativ adalah perang yang tujuannya tidak jelas dan hanya didasari oleh politik dan nafsu. Selain hal-hal menarik yang mampu memikat pembaca, buku ini juga sangat sarat dengan berbagai pemikiran Barack Obama yang akhirnya mampu mengantarnya menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi Presiden di Amerika Serikat. (Sumber;Tempo Mei 2008, edisi 50)
Rabu, 05 November 2008
Conan The Movie
Gambar Yang Menjadi Nyata
Judul: Detective Conan ‘Challenge Letter To Shinichi’ Genre: Action, Drama, Misteri Pemeran: Oguri Sun, Tomoko Kurokawa, Jinai Takanori
Film berjudul Detective Conan ‘Challenge Letter To Shinichi’ ini merupakan film pertama Detective Conan dalam versi manusia tentunya setelah beberapa film versi animasinya yang menuai sukses. Kisah Detective karya Gosho Aoyama ini memang benar-benar menuai sukses, hal itu terbukti dari beberapa Negara yang melisensi anime ini, termasuk Indonesia. Tak perlu diragukan memang, karena cerita karya Gosho Aoyama ini memiliki kekuatan dalam hal pengetahuan. Banyak pengetahuan yang bisa didapat dari Detective Conan, mulai dari ilmu fisika yang banyak diterapkan dalam kasus, ataupun ilmu kimia yang tak jarang ditemukan dalam cerita bergenre remaja ini, dan yang tak ketinggalan adalah ilmu kejiwaan serta kedokteran yang seringkali terselip indah dalam cerita. Hal itu menunjukkan pengetahuan penulis yang sangat luas, dan seringkali menimbulkan pujian, “Wah, ini yang nulis pinter banget!” Pada dasarnya, gaya penuturan dan cara analisis yang digunakan dalam kisah ini sangat dipengaruhi oleh novel besar karya Sir Arthur Conan Doyle, yaitu Sherlock Holmes. Tapi walaupun begitu, ceritanya sangat menarik, karena selain cerita fiktif dalam film Detective Conan ini juga mengajak penontonnya untuk mencoba turut masuk ke dalam alur cerita yang seringkali membutuhkan nalar kita dan juga membutuhkan perhitungan ataupun pengetahuan yang ilmiah dan real. Dalam hal acting dan pemilihan tokoh khususnya tokoh Shinichi yang diperankan oleh Oguri Shun boleh dikatakan menjiwai, meskipun ada aura yang hilang dari tokoh animasinya yang jauh lebih keren dan cool. Sedangkan Tomoko Kurokawa yang memiliki wajah melankolis cocok sekali memerankan Ran, seorang gadis yang mudah menangis, jadi saat situasi penuh haru ini acting Tomoko Kurokawa tampak lebih dalam, dan mampu membuat penonton terhanyut dalam tangisan. Kisah berawal dari Shinichi Kudo, seorang murid SMA yang terobsesi kisah detektif Sherlock Holmes, dan dengan bakat analisanya yang spektakuler ia berhasil memecahkan beberapa kasus kriminal di daerah tempat tinggalnya. Pemuda SMA ini dekat dengan Ran teman bermainnya sejak kecil, yang diperankan oleh Tomoko Kurokawa. Ran adalah seorang gadis yang jago karate, ia merupakan putri tunggal seorang detektif "gagal" bernama Kogoro Mouri ( Jinai Takanori). Shinichi dan Ran punya hubungan khusus yang sama-sama tak diakui keduanya dan meskipun Shinichi terlihat tidak peduli tapi sebenarnya hanya Ran-lah satu-satunya gadis yang paling penting baginya. Kasus dalam film ini dimulai ketika SMA mereka (SMA Teitan) mengadakan tour sekolah. Shinichi yang awalnya tidak mau ikut, akhirnya terpaksa ambil bagian ketika ia menerima sebuah surat tantangan yang dikirim seorang yang mengaku sebagai "Kidnapper" (penculik). Orang tersebut akan menculik teman SMA Shinichi, dan Shinichi ditantangnya memecahkan trik yang akan dibuatnya. Trik pertama gagal; Sonoko, sahabat baik Ran, diculik di atas kapal ketika grup mereka sedang menyeberang pulau. Trik kedua pun demikian, Ran menghilang ketika mereka semua dikunci dalam ruang tertutup, dan sang Kidnapper hanya memberi batas 12 jam bagi Shinichi, sebelum sebuah bom dalam ruangan dimana Ran dan Sonoko disekap meledak. Berhasilkah Shinichi memecahkan trik tersebut? Dan siapakah sebenarnya Kidnapper itu? Terlepas dari itu semua, film yang diangkat dari kisah animasi ini mempunyai banyak sekali tantangan. Antaralain adalah pemilihan tokoh yang layak memerankan tokoh-tokoh yang jelas saja sudah melekat erat di pikiran dan benak para pecinta Conan, sedangkan tokoh Shinichi yang diperankan oleh Oguri Shun terlihat jauh dari bayangan para pembaca komiknya, walaupun begitu kita menyadari bahwa sulit mencari manusia yang mirip dengan animasinya, tapi terkadang hal ini menyebabkan terjadinya sebuah pemaksaan tokoh atau memaksakan peran, seperti halnya tokoh Inspektur Megure yang digambarkan gendut dan berperut besar. Mungkin sulit mencari actor gendut yang tetap memiliki kewibawaan, sehingga dipilihlah actor yang dibuat gendut, tentunya dengan perut yang diganjal (mungkin dengan bantal) sehingga terlihat maksain banget. Selain itu ada juga tokoh Ran yang dalam animasinya memiliki tinggi badan yang tidak jauh berbeda dengan Shinichi, tapi dalam ‘Challenge Letter To Shinichi’ ini diperankan oleh Tomoko Kurokawa yang tinggi badannya jauh di bawah Oguri Shun. Dan yang tak terlupakan adalah tokoh Kogoro Mouri yang dalam film ini terlihat jauh lebih tua daripada versi animasi, tapi acting Jinai Takanori cukup baik dengan wajah konyolnya. Walaupun begitu, film ini boleh terbilang mahal dengan segala property syuting yang sangat mendekati animasinya. Seperti halnya, kapal pesiar yang mewah, hotel yang megah, serta pemandangan rumah Shinichi yang tak kalah megah dengan gambar animasinya. Setelah me review film Detective Conan versi manusia ini, kita juga dapat mengetahui bahwa ada hal yang berbeda dalam pembuatan film yang sebelumnya telah tenar sebagai buku yang dibaca, apalagi sebuah komik yang sudah tenar dan memiliki gambaran yang pastinya sudah terbayang dengan baik di benak para pembaca, dan kemudian pembuat film pastilah akan dituntun untuk memberikan gambaran tokoh manusia yang lebih real lagi, mungkin tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan film yang diangkat dari novel ataupun buku, dimana pembaca dapat menghayal dan menggambarkan sendiri bagaimana sosok tokoh yang ada dalam cerita. Ditulis Oleh: Maria Nofianti S1-Jurnalistik / 01A070804
Memahami merupakan sebuah cara agar seseorang dapat belajar dan mencoba berfikir …
Rabu, 29 Oktober 2008
My Favorite Author
Sir Arthur Conan Doyle
Terlahir dengan nama Arthur Conan Doyle di Edinburgh, Scotlandia, pada 22 Mei 1859. Seorang penulis terkenal yang mempunyai karya legendaries, beberapa karya besar yang lahir dari seorang berkebangsaan Inggris ini, antara lain adalah novel fiksi berjudul ‘The Lost World’ dan novel detective jenius ‘Sherlock Holmes’.
Sebenarnya Arthur Conan Doyle adalah seorang dokter lulusan Universitas Edinburgh (1876-1881), setelah lulus ia menjadi dokter di sebuah kapal yang berlayar ke Afrika Barat, sampai akhirnya menetap dan membuka praktek dokter di Plymouth pada tahun 1882. Namun karena prakteknya tidak begitu ramai dikunjungi pasien, maka waktu senggangnya itu ia gunakan untuk menuangkan hobi menulisnya. Karya pertamanya berjudul ‘A Study In Scarlet’, yang diterbitkan pada tahun 1887, yang sekaligus memperkenalkan tokoh Sherlock Holmes pada dunia.
Seorang penulis besar tak selalu memiliki latar belakang pendidikan menulis yang cukup dalam, seperti halnya Doyle yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran ternyata dapat menghasilkan karya yang melegenda hingga saat ini. Tapi disisi lain, latar belakang pendidikan dokternya juga dapat menambah inspirasi dan pengetahuan dalam tulisannya. Bahkan kehidupan sosial politik pun dapat menjadi inspirasi bagi sebuah tulisan, seperti halnya karya Doyle yang berjudul ‘The Great Boer War’ (1900) yang berisi mengenai pembelaan mengenai Inggris disaat perang Boer di Afrika Selatan. Bahkan karya itu membuatnya mendapat penganugerahan gelar ‘Knight’ dari Ratu Inggris, dan sejak saat itulah ia dikenal sebagai Sir Arthur Conan Doyle.
Selain itu, Sir Arthur Conan Doyle juga menularkan beberapa virus menulis kepada beberapa penulis, dan kita tahu bahwa sebuah karya dapat pula menghasilkan karya lain. Ya… Doyle dan karyanya menjadi inspirasi bagi penulis lain. Seperti halnya, serial TV House yang dianggap sebagai reinkarnasi dari Sherlock Holmes, dan juga Detective Conan yang diinspirasi dari Sherlock Holmes. Petualangan penulis berakhir, Sir Arthur Conan Doyle meninggal pada tanggal 7 Juli 1930, ia dimakamkan di Minstead,