Rabu, 14 April 2010

Help Me God...

Tuhan tolong aku... Cuma itu yang dapat kuucapkan dan kupinta dari-Nya. Aku mulai mencoba untuk realistis dan kembali berlogika untuk hal ini. Aku pikir cukup sekali saja aku terjatuh dengan memalukan, dan untuk selanjutnya jangan sampai aku terjatuh kembali karena hal yang sama, ditempat yang sama pula. Meski kakiku mulai goyah kembali, tapi please jangan biarkan aku terjatuh Tuhan. Kadang aku masih berfikir apakah ini yang terbaik dalam hidupku? Dan tak jarang pula aku masih berharap dengan indah mengenai sebuah harapan yang manis dan nyaris sempurna. Tapi, dengan cepat logikaku bergerak dan menepis harapan yang aku pikir sudah mulai kosong. Tak hanya itu, dahhulu aku masih menginginkan sebuah keajaiban dan mukjizat yang besar akan semua ini, tapi kini aku mulai realistis bahwa semuanya tak seperti apa yang kuinginkan. Tapi, kenapa hingga detik ini aku masih berkutat di kubangan ini? Meski aku menyadari akan ketakutanku yang tak bertepi, tapi kenapa aku tak mampu beranjak dari sini? Logikaku memperhitungkan bahwa aku hanya tinggal menunggu waktu yang terbaik bagiku, tapi kenapa aku tak juga bisa melihat warna lain yang dapat membawaku pergi dari kegelapan ini. Ini terlalu melelahkan, dan aku mulai merasa muak dengan semua omong kosong ini, aku pun mulai takut bahwa aku akan terjebak selamanya dalam hal ini. Apa yang kubicarakan? Ini semua mengenai perasaanku yang berlebihan terhadap makhluk ciptaan-Nya. Ya Allah..., bantu aku melupakannya... kuikhlaskan untuk pergi jika ini yang terbaik bagi kami...

[+/-] Selengkapnya...

Berpuitis

Hari ini kembali terasa menyesakkan saja. Hari ini kembali membingungkan saja. Hari ini kembali aku menguntai harapan yang sempat kuputuskan untuk kuakhiri. Namun sayang, aku tak mampu mengakhirinya, aku tak mampu bertahan untuk hal ini. Betapa lemahnya seorang aku dalam menghadapi hal seperti ini, aku malu. Kembali aku menghujat, kembali aku bertanya, dan kembali lagi aku menangis untuk hal yang belum juga kumengerti. Meski aku sering bertanya apakah kau mengerti, tapi aku sendiri sejujurnya tak mengerti, dan aku ingin mengerti. *** Cukup baikkah aku berpuitis? Entahlah, aku tak begitu dapat mengerti sebuah puisi dan sastra, meski beberapa orang mengatakan bahwa aku penganut sastra yang lumayan, tapi aku sendiri tak mengerti. Karena yang aku tau hanyalah bagaimana mengungkapkan suatu hal dengan baik, meski ukuran baik terlalu relatif bagi sebagian orang. Suatu ketika saat aku merasa hatiku sakit dan kecewa, otakku pun tiba-tiba menjadi cukup lihai merangkai kata. Pernah suatu siang aku hampir dibuat menangis oleh seorang pria (mungkin aku sudah layak menyebutmu sebagai seorang pria bukan). Ingin sekali siang itu aku mengeluarkan jurus karateku yang sempat diajarkan ayah padaku, ingin sekali aku mendobrak pintu yang menghalangiku, dan ingin sekali aku menghantamkan kepalanku di tubuh pria itu. Tapi sayang, aku tak dapat melakukannya, hatiku tak mengijinkannya. Aku hanya menghela dan menghembuskan nafasku untuk mengatur kesabaranku. Sampai akhirnya, dengan penuh ketenangan aku dapat mengucapkan sebuah kalimat puitis (I think) di hadapan pria itu, lebih tepatnya kalimat puitis yang penuh sindiran. Mungkin kata-kataku terasa lebih jauh diterima oleh hatinya daripada aku mengeluarkan tenagaku untuk menghajarnya. Benar memang sebuah pepatah yang mengatakan bahwa lidah terkadang lebih tajam dari pada pedang. Yeah... I believe it... karena banyak sekali hal besar yang terjadi karena lidah, karena ucapan, dan karena perkataan... So...keep Ur Tongue...

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 15 Maret 2010

Keegoisanku Tentang CINTA...

Beberapa menit tadi aku membaca sebuah tulisan dalam blog yang ku follow, lucu rasanya membaca kalimat demiRata Penuh kalimat yang hampir semuanya mengagungkan cinta, memuntahkan masalah cintanya dalam tulisan yang cukup menarik. Hmmmmm,,,, rasanya aku jadi tertarik buat mengingatkan Khansaisme mengenai sebuah kisah percintaan yang lama tak kuumbar. Cintaku masih yang dulu, masih tentang 'Patung Lilin'. Tentang kebisuannya, keanehannya, dan semua hal yang membuatku makin penasaran. Hingga detik ini pun aku tetap begitu, tetap seperti dulu, tetap melihatnya, tetap bodoh, dan terdiam di hadapannya. Mungkin memang benar, kami berdua sama-sama mengalami 'Autismelove Acut'... Hanya diam dalam keadaan cinta kami yang membisu. Fiuuuhhhh,,, never mind lah,,, aku nggak begitu pandai menulis kalimat puitis ataupun segala hal yang berbau cINtA... That's very" difficult to me,,,very freak.... Tapi,buat beberapa orang CINTA itu adalah hal menakjubkan yang diagung-agungkan... But for me LOve's Freak...may be....aku berniat memasukan Cinta dalam Tujuh Keajaiban Dunia...hahaha.... Mungkin karena aku nggak begitu pandai mengungkapkan cintaku dan aku juga nggak begitu tertarik buat mendalami masalah CInta,,,yang penuh dengan keanehan... yang kadang nggak logis, nggak realistis,,,terparahnya adalah nggak rasional... Payahnya aku hanya dapat menguatarakan keegoisanku tentang cinta....paling nggak aku memiliki Kasih buat sesamaku.... I hope...^o^

[+/-] Selengkapnya...